Teknologi bukan diciptakan hanya untuk menonton video kucing atau membaca meme di Internet. Kita sering berbicara tentang bagaimana teknologi seperti smartphone membuat kita sulit berkonsentrasi. Beberapa dari kita bahkan begitu kecanduan dengan media sosial hingga membutuhkan aplikasi untuk memblokir aplikasi media sosial lainnya! Tapi tentunya, teknologi juga bisa membantu kita dalam menambah wawasan dan pengetahuan.

Makin banyak tenaga pengajar di Singapura yang mengadopsi metode pengajaran yang menggunakan teknologi mutakhir untuk membantu siswa-siswinya belajar. Tidak cukup lagi memiliki laboratorium komputer yang memadai. Mulai dari software yang bisa mencatat perkembangan murid hingga aplikasi smartphone yang membantu murid dalam mengerjakan tugas sekolahnya, semua ada di sarana pendidikan Singapura.

Universitas di Singapura pun tidak ketinggalan. Berikut beberapa contohnya:

 

  • Singapore Institute of Technology
    Singapore Institute of Technology kini mulai menerapkan sistem flipped classroom. Sistem ini menggunakan virtual classroom agar pelajar dapat menonton kelas kuliah di rumah. Waktu di kelas hanya digunakan untuk mengerjakan tugas bersama atau berdiskusi. Tidak ada lagi yang namanya pekerjaan rumah.
  • Singapore Management University
    Beberapa kelas di Singapore Management University menawarkan digital game ke pelajarnya, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih interaktif dan menyenangkan. Game ini juga mencatat data mengenai pemainnya agar dosen bisa dengan lebih mudah menganalisis perkembangan murid-muridnya.
  • National University of Singapore
    Di National University of Singapore, para pelajar kedokterannya menggunakan Oculus Rift virtual reality headset agar bisa lebih memahami berbagai macam gangguan mata–seperti gangguan tunnel vision–dari sisi pasien.

Secara umum, universitas-universitas di Singapura tidak ketinggalan zaman!

Kebanyakan proses pendaftaran kelas di universitas Singapura telah dipermudah dengan teknologi! Pelajar tidak perlu repot-repot datang ke kampus. Cukup daftarkan diri ke kelas yang diinginkan melalui Internet. Materi pelajaran pun bisa didapatkan dari situs universitas dan bisa didownload ke smartphone maupun laptop. Perlu meminjam buku dari perpustakaan untuk riset? Kini, perpustakaan universitas-universitas seperti National University of Singapore juga menyediakan berbagai pilihan e-books, atau buku elektronik, yang dapat kamu pinjam dengan mudah. Tidak perlu lagi membawa materi-materi bacaan yang berat kemana-mana!

Seru dan praktis sekali ya?

Namun perlu diingat, teknologi bukanlah pengganti tenaga pengajar, melainkan suplemen dalam pembelajaran. Jadi, kamu tetap mesti masuk kelas jika ingin mengoptimalkan pengalaman belajarmu di Singapura.

Menurutmu bagaimana? Apakah teknologi itu membantu atau mengganggu suasana belajar?

Sumber: Straits Times

Topic: