Huruf apa yang datang setelah huruf P? Berkat lagu ABC yang dulu kamu pelajari saat TK, kamu tentu tahu jawabannya (kalau lupa, cukup nyanyikan lagi lagu itu).

musik-pintar-1

Saat masih kecil dan imut dulu, kamu pasti banyak bernyanyi di kelas. Lagunya pun bermacam-macam, mulai dari tentang huruf abjad, binatang, hingga antariksa. Guru dan orangtuamu mengajarkan lagu-lagu tersebut bukan sekedar untuk bersenang-senang, tapi juga untuk mengajarimu.

Ya, musik memang membuat proses belajar lebih asyik. Berkat lagu ABC, belajar membaca huruf abjad jadi terasa mudah. Dan selain membantu murid jadi pandai membaca, lagu juga dapat membantu murid jadi pandai berhitung loh!

Musik dan memori.

Nadine Ebri, seorang guru kelas empat di Florida, Amerika Serikat, membuat lagu yang catchy tentang metode pembagian. Saat seorang murid dipanggil ke depan kelas untuk mengerjakan soal di papan tulis, teman-teman sekelasnya menyanyikan lagu tersebut untuk membantu mengingatkannya cara mengerjakan soal tersebut. Berkat lagu itu, murid tersebut akhirnya dapat mengerjakan soalnya dengan sempurna. Nggak percaya? Lihat sendiri video di bawah ini!

Sayangnya, kebanyakan sekolah di Indonesia berhenti menggunakan lagu sebagai metode pengajaran materi kelas saat murid-muridnya bertumbuh dewasa. Padahal musik adalah salah satu dari sembilan jenis mnemonik (dibaca “nimonik”) yang dapat membantu para pelajar.

Mnemonik sendiri adalah adalah kumpulan metode yang terbukti dapat membantumu mengingat informasi. Selain musik, contoh mnemonik lainnya adalah akronim, seperti singkatan JABODETABEK yang terdiri dari Jakarta Bogor Depok Tangerang dan Bekasi.

musik-pintar-2

Metode mnemonik sudah terbukti jitu dan digunakan oleh berbagai macam orang. Jadi, jika kelasmu mewajibkanmu untuk melakukan banyak hafalan, cobalah membuat lagu (atau ganti lirik dari lagu pop favoritmu) dengan materi pelajaran. Niscaya kamu ingat!

Tidak konsen? #AdaMusik.

Selain membantumu lebih mudah mengingat informasi saat belajar, musik juga dapat membantumu lebih berkonsentrasi saat sedang mengerjakan tugas.

Namun apabila lagu mnemonik cenderung catchy dan mudah diingat, lagu yang direkomendasikan untuk membantumu fokus cenderung lebih kompleks dan tidak memiliki lirik, seperti “Piano Concerto No. 23” oleh Wolfgang Amadeus Mozart atau “Goldberg Variations” oleh Johann Sebastian Bach.

Intinya: pilihlah Beethoven, bukan Beyonce. Addie MS, bukan Ayu Ting Ting.

Mungkin kamu berpikiran, “Aku nggak suka lagu klasik. Gimana dong?”

Tenang, tenang. Selera orang memang bermacam-macam, dan untungnya, lagu yang dapat membantumu berkonsentrasi bukan hanya klasik saja. Asalkan instrumental (alias tidak ada liriknya), biasanya lagu tersebut cocok untuk dijadikan lagu belajar. Contoh lagu-lagu seperti ini antara lain adalah lagu elektronika, post-rock, gitar akustik, dan jazz. Ada banyak playlist yang dapat kamu pilih di Internet, seperti dari YouTube atau Spotify.

musik-pintar-3

Lagu game = lagu ideal untuk menemanimu belajar.

Kalau kamu adalah seorang gamer, kamu juga dapat mendengarkan lagu soundtrack video game. Musik video game didisain dengan dua misi penting: membuat pemain lebih berkonsentrasi pada game tersebut, dan memotivasi pemain untuk menyelesaikan game tersebut. Dengan mendengarkan lagu dari video game, kamu tidak hanya jadi lebih fokus dalam belajar atau mengerjakan tugas, kamu juga jadi lebih semangat.

Pada akhirnya, musik yang dapat membantumu berkonsentrasi bergantung pada seleramu. Musik yang tidak kamu sukai akan membuatmu bete, sementara musik yang kamu sukai akan membuatmu lebih semangat. Jadi baik kamu mau mendengarkan lagu Bach, lagu Efek Rumah Kaca, atau lagu dari video game, yang penting kamu suka saja. Asal jangan sampai tergoda untuk main gamenya sebelum tugas-tugasmu selesai saja ya!

Topic: