Zaman sekarang, Halloween di Singapura identik dengan pesta kostum dan rumah hantu buatan seperti yang ada di Universal Studios Singapore. Tetapi bahkan di kota modern seperti Singapura pun, tetap ada yang namanya kepercayaan seperti cerita hantu dan urban legend. Menjelang Halloween ini, mari kita kenali kisah-kisah ini. Adakah yang mirip dengan di Indonesia?

Stasiun MRT yang angker

horor-urban-legend-singapura-daarwasik
Foto oleh Daarwasik (Flickr)

Stasiun Bishan merupakan interchange yang sibuk antara jalur Merah (North South Line) dan jalur Kuning (Circle Line). Selain itu, terdapat banyak hunian dan pertokoan di daerah sekeliling stasiun. Tapi tahukah kamu bahwa dulu kala, daerah Bishan merupakan area perkuburan kuno yang berusia lebih dari seratus tahun? Karena itu, saat area kuburan digusur dan dijadikan pemukiman, banyak yang menyatakan bahwa daerah Bishan digentayangi oleh hantu. Namun sepertinya hantu di daerah Bishan sekarang sudah pergi ke tempat lain. Stasiun MRT Bishan terlalu ramai hingga hantu pun akan malas berlama-lama di situ.

Kelereng-kelereng misterius

horor-urban-legend-singapura-steve-johnson
Foto oleh Steve Johnson (Flickr)

Kebanyakan warga Singapura tinggal di rumah susun yang menjulang tinggi yang dikenal sebagai HDB. Konon, beberapa penghuni HDB merasa terusik tidurnya karena bunyi kelereng-kelereng dari unit lantai atas. Anehnya, setelah mereka investigasi, ternyata unit di atas mereka tidak memiliki anak-anak yang biasanya bermain kelereng–atau bahkan unit di atas mereka kosong sama sekali!

Pontianak…atau Kuntilanak?

horor-urban-legend-singapura-look-west
Foto oleh Look_West (Flickr)

Meskipun namanya berbeda, tetapi Pontianak dan Kuntilanak merupakan hantu yang sama. Konon, Pontianak adalah hantu dari wanita yang meninggal dunia saat sedang mengandung. Pontianak memiliki rambut panjang dan hitam, kulit putih pucat dan mengenakan gaun yang terkotori oleh bercak darah. Pontianak biasanya menggentayangi pohon pisang di siang hari. Beberapa orang mengatakan bahwa asal-muasal nama Pontianak ini datang dari kata puan, mati dan anak. Puan adalah “perempuan” dalam bahasa Melayu.

Para penunggu Bedok

horor-urban-legend-singapura-savio-sebastian
Foto oleh Savio Sebastian (Flickr)

Entah kenapa, ada begitu banyak kisah horor di Bedok, sebuah daerah perumahan di bagian timur Singapura. Selain Pontianak yang katanya suka melayang-layang di depan jendela HDB, salah satu kisah yang paling terkenal di Bedok adalah kisah mengenai seorang istri yang disiksa oleh suaminya yang kecanduan judi. Menurut cerita, istri tersebut akhirnya tak tahan dengan siksaan suaminya dan bunuh diri sembari menulis “It’s not over, Darling” di dinding. Singkat cerita, sang suami kemudian menikah lagi dan memiliki anak baru. Namun hantu dari sang mantan istri datang kembali dan menggentayangi sang anak, yang kemudian menyebabkan anak itu untuk bunuh diri. Ada juga cerita mengenai orang-orang yang sakit hati yang menenggelamkan diri di Bedok Reservoir agar terlahir kembali sebagai roh jahat demi membalas dendam.

Rumah Sakit, rumah siksa

horor-urban-legend-singapura-kevin-lee
Foto oleh Kevin Lee (Flickr)

Old Changi Hospital merupakan rumah sakit yang dibangun oleh penjajah Inggris yang kemudian diambil alih oleh tentara Jepang untuk merawat tahanan perang yang terluka saat Perang Dunia Kedua. Tetapi menurut cerita, tentara Jepang justru menyiksa tahanannya di Old Changi Hospital. Sejak itu, kadang terdengar suara jeritan di lorong-lorong rumah sakit tersebut. Old Changi Hospital ditelantarkan pada tahun 1997, dan hingga hari ini belum juga digusur. Di tahun 2010, Old Changi Hospital menjadi subyek film mockumentary berjudul Haunted Changi.

Featured image by Kevin Lee, Flickr.