Zaman sekarang, memiliki gelar S1 itu sudah menjadi suatu standar agar bisa berkompetisi di dunia kerja. Buka saja lowongan kerja apapun di perusahaan-perusahaan ternama: nyaris semuanya mencari kandidat yang telah memiliki gelar S1, atau bahkan S2. Tapi tidak hanya itu, perusahaan juga biasanya mencari kandidat yang sudah memiliki pengalaman kerja.

Loh? Bagaimana caranya seseorang yang baru lulus kuliah sudah bisa memiliki pengalaman kerja?

ini-dia-caranya-merintis-karier-selama-kuliah-dog

Memiliki pengalaman kerja yang mencukupi sebagai seorang fresh graduate bukanlah hal yang mustahil. Sebagai seorang pelajar, ada banyak cara untuk menambah pengalaman kerja, antara lain:

  1. Kerja magang: Seperti di perusahaan besar seperti Unilever atau di startup seperti Salestock.
  2. Kerja sukarela: Seperti di lembaga non-profit besar seperti Unicef atau di panti asuhan dekat rumahmu.
  3. Kerja paruh waktu: Seperti menjadi kasir di kafe, restoran, atau toko baju.

Bukan sekedar untuk uang atau syarat kelulusan.

Beberapa universitas di Singapura mewajibkan pelajarnya untuk melakukan kerja magang sebagai salah satu persyaratan kelulusan. Kalaupun universitasmu tidak mewajibkanmu untuk melakukan kerja magang, tetap ada banyak manfaat yang dapat kamu ambil, antara lain:

Mengenal dunia kerja.

Dunia pendidikan itu terstruktur dan jelas. Tapi sayangnya, dunia kerja tidak demikian. Di kelas, kamu diajari berbagai macam teori tentang bidangmu. Tapi kamu tidak akan diajari cara menghadapi klien yang banyak maunya!

Belajar mengatur waktu.

Saat kuliah, dosen biasanya memberikan cukup banyak waktu untuk mengerjakan tugas kuliahmu. Tidak demikian dengan di dunia kerja. Kadang kamu akan mendapatkan tugas yang harus diselesaikan secepatnya, dan kadang kamu akan mendapatkan tugas baru sebelum tugas lamamu selesai. Kamu harus pandai-pandai mengatur waktu agar semua tugasmu selesai sebelum deadline.

Sebagai art manager, Vanessa Singgih Pranoto tidak hanya harus memastikan bahwa tugasnya tepat waktu—dia juga harus memastikan tugas seniman-seniman yang di bawah tanggung jawabnya selesai tepat waktu! Apakah kamu siap dengan tanggung jawab seperti ini?

Menguji coba karier.

Tidak semua orang tahu apa yang mereka ingin kerjakan untuk kariernya. Kadang ada yang bingung antara ingin bekerja di bidang marketing atau advertising. Dengan kerja magang, kamu dapat mencoba keduanya terlebih dahulu sebelum kerja tetap setelah lulus nanti.

Valesca Noerjanto, seorang account manager di Ogilvy & Mather, memegang gelar sarjana akuntansi dari Singapore Management University. Semasa kuliah, Valesca sempat kerja magang empat kali: di Astra, PricewaterhouseCoopers, Lehman Brothers, dan Standard Chartered. Tetapi, setelah sekian kali magang di bidang finansial, Valesca tetap saja merasa tidak cocok dengan industri tersebut. Pada akhirnya, diapun memutuskan untuk terjun ke dunia advertising.

Networking.

Memiliki koneksi yang bagus itu sama pentingnya dengan memiliki pendidikan yang tinggi. Koneksi akan membantumu dalam menemukan lowongan kerja (tidak semua lowongan kerja itu ada di job portal lho!) atau bahkan membantumu dalam mendapatkan kerja melalui referensi.

Contohnya Naufal Abshar, seorang pelukis seni murni lulusan LASALLE College of the Arts. Sebelum karyanya dipamerkan di berbagai negara, Naufal sempat bekerja di perusahaan logistik seni, melakukan kerja kasar: mengangkat-angkat lukisan yang berat, packing, hingga membereskan barang-barang. Dari situlah Naufal bertemu dengan koneksinya di galeri Art Porters di Singapura.

Kamu untung, bosmu juga untung.

Perusahaan dan lembaga non-profit itu tidak membuka lowongan kerja sekedar untuk berbaik hati kepada pelajar-pelajar yang lugu, lucu, dan imut seperti kamu-kamu. Pada umumnya, ada dua jenis keuntungan yang bisa didapatkan oleh perusahaan dari menerima pekerja magang:

  • Keuntungan di masa sekarang: Mereka memang sedang membutuhkan tenaga kerja dan keahlianmu saat ini.
  • Keuntungan di masa depan: Mereka sedang mencari kandidat pekerja tetap untuk di masa depan. Melalui program kerja magang, perusahaan dapat meninjau kemampuan para pekerja magang dan menilai apakah kecocokan mereka sebagai pekerja tetap.

Pengalaman akademis akan memberimu pengetahuan dan keahlian teknis, sementara pengalaman kerja akan memberimu keterampilan praktis. Jangan khawatir jika pengalaman kerjamu yang sekarang tidak secara langsung berhubungan dengan karier yang kamu inginkan. Ingat, kemampuan soft skills seperti cara bernegosiasi dan berinteraksi dengan orang lain itu dapat kamu peroleh dari pekerjaan manapun!

ini-dia-caranya-merintis-karier-selama-kuliah-work
Bulan April adalah bulan Internship di SekolahSG. Setiap minggunya, kami akan menyajikan artikel baru yang akan memberimu wawasan tambahan seputar dunia kerja. Semoga sukses!